Di antara deretan siswa kelas VII D SMP DTBS Putri, ada sosok yang sedang bersinar. Namanya Salsabila Afifah. Sehari-hari, ia dikenal sebagai siswi yang ramah dan penuh semangat. Namun di balik senyumnya yang ceria, Salsabila tengah menapaki jalan yang tak mudah yaitu mempersiapkan diri untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika tingkat Kota.
“Aku sebenarnya lebih suka masak dan public speaking,” ungkap Salsabila dengan senyum. “Tapi alhamdulillah, sekarang aku malah dapat kesempatan ikut OSN Matematika karena direkomendasikan oleh guru-guru.”
Rekomendasi itu menjadi titik balik. Ketertarikannya pada matematika mulai tumbuh, apalagi setelah mendapatkan bimbingan rutin tiga kali seminggu yaitu setiap hari Senin, Kamis, dan Sabtu. “Itu kesempatan yang tidak semua santri dapat. Jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya dengan mantap.
Di balik perjuangannya mengikuti lomba, Salsabila juga menyimpan dua cita-cita besar yaitu menjadi jurnalis atau dokter. Jalan menuju mimpi itu ia mulai sejak SD dengan bergabung di ekstrakurikuler jurnalistik. Di sana, ia belajar dasar-dasar menulis berita dan mulai merasakan serunya dunia jurnalistik.
“Aku suka banget dunia bercerita. Dari kecil udah suka nulis dan berbicara di depan umum. Tapi aku juga punya keinginan untuk menjadi dokter karena ingin bantu banyak orang,” katanya sambil tertawa kecil.
Namun, bagi Salsabila, semua usaha itu tidak cukup hanya dengan kerja keras. Ia punya satu kebiasaan yang menjadi senjata rahasianya yairtu tahajud. Di SMP DTBS Putri, tahajud menjadi kebiasaan yang dibiasakan, dan bagi Salsabila, momen itu adalah saat paling tepat untuk “merayu Allah”.
“Di tahajud aku bisa berdoa untuk orang tua dan semua cita-cita. Doa itu penting, tapi aku juga selalu berusaha maksimal. Doa dan ikhtiar harus jalan bareng,” tuturnya penuh keyakinan.
Perjalanan Salsabila mungkin baru dimulai, tapi semangat dan tekadnya sudah menjadi inspirasi. Dari dunia angka hingga dunia kata, dari dapur hingga panggung presentasi, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa datang dari berbagai arah. Yang penting, berani melangkah dan tak pernah lelah berdoa. (Dian Safitri)