Mataba Jadi Titik Balik: Clara Temukan Arti Kebersamaan

Di tengah sejuknya udara pegunungan dan rimbunnya hutan, Clara—santri baru kelas 7B SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri—menemukan makna yang tak terlupakan dari pengalaman pertamanya mengikuti Masa Taaruf Santri Baru (Mataba) 2025.

 

“Alhamdulillah setelah ikut Mataba, aku merasa berubah. Kelompokku juga jadi makin kompak. Kerja kelompok dan kerja baktinya makin terasa,” ungkap Clara, tersenyum hangat.

 

Kegiatan Mataba yang dilaksanakan di alam terbuka mendorong para santri baru keluar dari zona nyaman. Mereka mendaki, menyusun strategi, membangun tenda dari ponco, dan mengerjakan tugas kelompok dengan semangat gotong royong.

 

Salah satu momen yang membekas bagi Clara adalah ketika seorang anggota kelompok kesulitan membawa tasnya. Tanpa ragu, seluruh anggota tim ikut membantu mengangkat beban tersebut bersama-sama.

 

“Waktu itu ada teman yang nggak kuat bawa tas. Kami bantu bawa bareng-bareng supaya nggak berat,” kenang Clara.

 

Bagi Clara, inilah esensi dari Mataba: bukan sekadar belajar bertahan di alam, tapi belajar peduli, bekerja sama, dan saling menguatkan. Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh selama kegiatan ini bisa terus terjaga sepanjang perjalanan mereka sebagai santri.

 

Mataba bukan sekadar masa orientasi. Ia adalah awal dari perjalanan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan peduli. (Dian Safitri)