BANDUNG – Halaqah pesantren di SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama para santri, khususnya mengenai materi-materi agama yang belum dapat disampaikan di kelas reguler. Ini bertujuan untuk menguatkan akidah, akhlak, dan penguasaan ilmu agama dengan menggunakan kitab-kitab yang sudah disesuaikan dengan jenjang pendidikan sekolah.
Antusiasme para santri sangat terlihat dalam mengikuti setiap sesi halaqah. Sebelum memulai kajian, mereka dengan semangat melafalkan nadhom-nadhom Arab yang sebelumnya belum pernah mereka hafalkan. Hal ini menambah semarak suasana halaqah dan menunjukkan keseriusan mereka dalam belajar.
Kegiatan halaqah ini diikuti oleh seluruh santri dan tim pengasuhan dari SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri. Untuk halaqah Akhlak, tim sekolah mengundang ustaz dari unit Daarut Tauhiid yang lainnya untuk memperkaya wawasan santri.
Kajian kitab yang disampaikan fokus pada pengembangan akhlak dengan menggunakan kitab Akhlak lil Banat, serta pembelajaran doa hadis, penghafalan beberapa hadis pilihan, akidah, tarikh, dan Bahasa Arab. Semua materi tersebut diajarkan di kelas oleh Guru PAI dengan durasi dua jam pelajaran setiap pekan.
Menurut Muflihatun Nur Aini, Wakil Kepala Pengasuhan SMP DTBS Putri, kegiatan halaqah ini memberikan banyak manfaat, baik dalam hal penguatan akhlak, adab dalam majelis, maupun pengetahuan agama secara menyeluruh.
“Kami merasa suasana pesantren semakin terasa kental dengan adanya kegiatan ini, di mana setiap santri tidak hanya belajar teori agama, tetapi juga mengamalkan adab dan etika dalam setiap kesempatan,” ujar Mufli, pada Selasa (25/2).
Halaqah juga dilaksanakan sesuai dengan jadwal mata pelajaran PAI, dengan sesi Aqidah, Akhlak, Tarikh, dan Bahasa Arab dilakukan setiap pekan. Halaqah khusus Akhlak lil Banat diadakan pada malam Jumat, sementara Doa Hadis disampaikan setiap waktu halaqah Quran.
Melalui kegiatan halaqah ini, diharapkan para santri dapat lebih mendalami ajaran agama dengan lebih baik, memperkuat karakter, serta menanamkan nilai-nilai akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. (Dian Safitri)